Port dapat dipahami sebagai wilayah atau pelabuhan yang menjadi tempat terjadinya transaksi pengangkutan secara periodik maupun konstan, serta pemberhentian sejumlah kapal. Sebuah port dapat saja berkembang secara alami atau dikonstruksi secara artifisial. Letaknya bisa ditepi lautan luas atau jalur air daratan seperti danau dan sungai. Ia menyediakan tempat bagi kapal untuk melakukan bongkar muat kargo. Kedalaman air pada port menentukan jenis kapal apa saja yang dapat berlabuh di sana.

Saat ini kebanyakan port, khususnya seaport, telah dilengkapi dengan peralatan seperti crane dan forklift untuk mendukung kegiatan bongkar muat. Sebuah port dapat memiliki peran penting bagi sebuah negara, karena mendukung kegiatan komersial dan perdagangan. Selain itu, port juga dapat memiliki peranan militer, sebab ada juga port yang menjadi tempat berlabuh kapal perang.

Didasarkan pada berbagai faktor, seperti kedalaman air, lokasi, dan ukuran kapal, port dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut sejumlah jenis port.

1. Sea port

Port ini merupakan jenis paling umum yang digunakan untuk kegiatan pengangkutan komersial. Seaport terletak di tepi pantai dan mampu menampung baik kapal besar maupun kecil. Banyak seaport secara aktif menjadi tempat transaksi kargo. Gudang khusus dibangun untuk menyimpan barang sekaligus menjaga stok. Seaport dapat dibagi menjadi pelabuhan kargo dan pelabuhan penumpang. Lebih jauh, beberapa seaport masih digunakan untuk tujuan rekreasional dan pemancingan.

2. Inland port

Dibandingkan seaport, Inland port dibangun di perairan darat seperti danau dan sungai. Fungsinya dapat sebagai pelabuhan penumpang, pelabuhan kargo, atau keduanya, namun ia tidak dapat melayani kapal-kapal yang terlalu besar. Sejumlah inland port ini didukung dengan sistem kanal sehingga dapat terhubung dengan lautan. Ada pula inland port yang secara khusus dibuat untuk tujuan rekreasi yang hanya dapat dimasuki oleh kapal-kapal kecil. Beberapa di antara port ini sering juga disebut dengan dry port.

3. Fishing port

Fishing port dapat berupa seaport atau inland portPort ini sepenuhnya bergantung pada ketersediaan ikan di lautan terdekat. Fishing port terutama berperan di domain komersial sebab terlibat dengan kegiatan penangkapan ikan. Aktivitas ini juga dapat berupa bentuk rekreasi.

4. Warm water port

Sementara sejumlah port mengalami pembekuan ketika musim dingin, port ini tetap hangat sepanjang tahun. Ia dapat beroperasi sepanjang tahun. Dengan keunggulan ini, port ini memiliki peranan penting membantu perkembangan ekonomi di sebuah negara.

5. Dry port

Port ini merupakan terminal darat yang mungkin terhubung dengan seaport melalui moda transportasi darat. Dry port biasanya berperan sebagai pusat logistik multimodal. Ia membantu kegiatan ekspor dan impor kargo serta mengurangi masalah kemacetan di seaport terdekat. Jadi secara umum fungsi dry port tidak jauh berbeda dengan seaport, hanya saja tidak terletak di tepi lautan.

6. Cruise home port

Port ini khusus digunakan untuk kapal pesiar. Port ini menjadi tempat penumpang naik dan turun kapal. Fasilitas pengisian bahan bakar atau tempat makan mungkin saja tersedia di sini.

7. Port of call

Merupakan jenis port yang menjadi tempat persinggahan singkat kapal selama perjalanannya. Port biasanya juga menjadi tempat naik turun penumpang, bongkar muat kargo, atau perbaikan kapal.

8. Cargo port

Port ini menyediakan fasilitas bongkar muat kargo. Karena kargo yang keluar masuk bisa jadi berbeda antara satu cargo port dengan yang lainnya, fasilitas yang tersedia bisa saja berbeda di setiap port.